Sebuah Pilihan

Terkadang, saat kita ingin melangkah, pasti ada sebuah kebimbangan dalam hati.
Kita selalu berpikir apakah langkah yg kita ambil sudah tepat atau malah menjerumuskan kita ke suatu perbuatan yg lebih buruk dari sebelumnya.
Jika ternyata langkah itu lebih buruk dari sebelumnya, Apakah kita bisa melewati setiap cobaan-Nya? Apakah kita masih bisa menyayangi-Nya atas apa yg telah Dia uji? dan yg paling penting Apakah orang2 yg kita sayangi selama ini masih bisa menyayangi kita saat kondisi kita rapuh?

Memang setiap keputusan itu ada resikonya, kita tidak memutuskannya pun masih menyimpan sebuah resiko.

Saat semua orang tidak setuju atas keputusan yg kita ambil, disana, disebuah celah, celah yg selama ini sering diabaikan, ternyata tersimpan sejuta doa dari seorang yg di sebut KELUARGA.

Apakah keluarga selama ini melupakanmu? Apakah keluarga selama ini mengabaikanmu? Apakah keluarga selama ini menghancurkanmu?
sudah pasti jawabannya TIDAK, TIDAK dan TIDAK.

Sejauh kaki kita melangkah untuk mengambil sebuah keputusan, lihatlah ke samping, pasti akan ada keluarga disana yg selalu mendukung apa yg kita putuskan.

Wajar dalam usia kita banyak yg merasa bahwa keluarga terlalu cerewet, tapi saat kita menemukan jalan buntu, ternyata kecerewetannya itu terbukti.
Keluarga hanya tak ingin apa yg kita putuskan adalah sebuah keputusan yg beresiko negatif sangat besar.

Tetaplah menjadi seorang pemimpin di luar sana dan menjadi seorang anak di dalam rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Game Over

Kedekatan yang salah

PROPEN PART 9 …