Rasa Sakit Yang Tertinggal
Tak ku sangka, ternyata kebersamaan kita selama ini memberikan rasa yang berbeda. Detak ku semakin kencang bila terlintas nama mu di pikiranku. Aku yang terbiasa sendiri kini ada kamu yang selalu menemani kemana pun kaki ini ingin melangkah.
Kau berbeda dari yang lainnya. Kau tak tampan dari mantan-mantan ku yang lainnya. Kau tak sepintar dari orang yang ku kagumi dari SMA. Akhlak mu pun tak sebagus apa yang ku kira. Tetapi, caramu yang selalu bisa membuatku selalu tertawa bahagia bila berada di dekatmu.
Yaa, aku mencintaimu melebihi diriku sendiri. Aku buta kan mata ini untuk melihat selain kamu. Aku tuli kan telinga ini untuk mendengar semua keburukan tentangmu. Aku kosongkan hati ini dan hanya aku simpan nama kamu.
Aku pun bahagia saat-saat kita bersama.Godaan demi godaan yang menghampiri kita lalui bagai kabar burung. Tetapi saat ku ketahui ternyata hatimu bukanlah untuk ku lagi, aku memilih mundur dari hubungan ini.
Aku masih bisa bertahan saat aku tau kamu belum bisa move on dari mantan kamu sebelum aku. Aku masih bisa bertahan saat kamu begitu cuek dengan aku. Aku masih bisa bertahan saat kamu lupa tanggal-tanggal penting. Tetapi aku terlalu lemah tuk tau bahwa kamu tak mencintai ku lagi.
Keputusan yang berat saat itu harus berpisah denganmu. Aku selalu berusaha bilang "semua akan baik-baik saja". Aku berusaha memakai topeng ini. Aku berusaha tersenyum saat aku melihatmu. Aku berusaha ramah saat kamu menyapa. Dan aku berusaha tak terjadi apa-apa di antara kita.
Sampai saat ini aku selalu berusaha melupakan apa yang telah terjadi pada diriku. Aku berusaha tak menyalahkan dirimu. Aku berusaha melangkah menjauhimu.
Kamu adalah rasa sakit yang akan kutinggalkan . . . . .
Kau berbeda dari yang lainnya. Kau tak tampan dari mantan-mantan ku yang lainnya. Kau tak sepintar dari orang yang ku kagumi dari SMA. Akhlak mu pun tak sebagus apa yang ku kira. Tetapi, caramu yang selalu bisa membuatku selalu tertawa bahagia bila berada di dekatmu.
Yaa, aku mencintaimu melebihi diriku sendiri. Aku buta kan mata ini untuk melihat selain kamu. Aku tuli kan telinga ini untuk mendengar semua keburukan tentangmu. Aku kosongkan hati ini dan hanya aku simpan nama kamu.
Aku pun bahagia saat-saat kita bersama.Godaan demi godaan yang menghampiri kita lalui bagai kabar burung. Tetapi saat ku ketahui ternyata hatimu bukanlah untuk ku lagi, aku memilih mundur dari hubungan ini.
Aku masih bisa bertahan saat aku tau kamu belum bisa move on dari mantan kamu sebelum aku. Aku masih bisa bertahan saat kamu begitu cuek dengan aku. Aku masih bisa bertahan saat kamu lupa tanggal-tanggal penting. Tetapi aku terlalu lemah tuk tau bahwa kamu tak mencintai ku lagi.
Keputusan yang berat saat itu harus berpisah denganmu. Aku selalu berusaha bilang "semua akan baik-baik saja". Aku berusaha memakai topeng ini. Aku berusaha tersenyum saat aku melihatmu. Aku berusaha ramah saat kamu menyapa. Dan aku berusaha tak terjadi apa-apa di antara kita.
Sampai saat ini aku selalu berusaha melupakan apa yang telah terjadi pada diriku. Aku berusaha tak menyalahkan dirimu. Aku berusaha melangkah menjauhimu.
Kamu adalah rasa sakit yang akan kutinggalkan . . . . .
Komentar
Posting Komentar