Catatan Kecil

Aku duduk di sudut restaurant yang berada di pusat perbelanjaan.
Entah apa yang sedang ingin ku kerjakan di tempat ini.
Mencoba mengasyikan diri sendiri dengan kegiatan yang sangat tak berguna.
Aku menempati kursi di bagian tengah.
Terdapat 2 kursi di tempat yg kutempati, tetapi aku hanya sendiri, yaa aku sendiri disini.
Di hadapanku tak ada siapapun, karena aku memang sendiri di tempatku.
Kuhadapkan kepalaku ke kanan.
Disudut sana aku melihat sepasang kekasih yang sedang asyik dengan kegiatannya.
Wanitanya asik dengan laptop yg ada di hadapannya dan prianya asik dengan handphone yg ada di genggamannya.
Hhhmmmm, mereka seperti orang asing yg tak ada obrolan satu sama lain.
Cukup lama aku melihatnya, dan sepertinya mereka menyadari aku sedang melihatnya.
Lalu aku hadapkan kepalaku kesebelah kiri.
Aku melihat 4 orang wanita.
Sepertinya mereka semua teman dekat.
Tetapi aku berpikir mereka semua asing satu sama lain.
Tak ada yg berbicara di tempat mereka.
Mereka asik dengan handphone nya masing2.
Aahhhh, lagi2 tak ada yg menarik.
Sekarang aku mehadapkan kepalaku ke mejaku.
Tak ada apa2 di meja ini, selain minuman yg tadi aku pesan dan sebuah catatan kecil.
Yaa, aku baru sadar dengan catatan itu.
Aku baru sadar, aku kesini ingin menenangkan hati.
Aku membuka catatan itu lagi.
Aku membaca catatan itu lagi.
Dan lagi2 aku menangis karena catatan itu.

Tadi pagi aku menerima catatan itu berada di depan pintu rumahku.
Aku kira brosur iklan, tetapi saat kutemukan namaku berada di catatan itu, aku langsung mengambilnya.
Aku terburu-buru karena aku harus pergi.
Aku tak sempat membacanya.
Aku membacanya di jalan.
Setelah aku baca, aku masukan kembali di dalam tas.

"My dear, maaf sebelumnya. Lusa aku akan segera menikah dengan wanita pilihan ibuku. Mungkin kita belum berjodoh. Jaga kesehatanmu ya."

Dan sekarang aku mulai menangis lagi.
Aku tak bisa berbuat apa2.
Tempat ini ramai, tapi aku selalu merasa sendirian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Game Over

Kedekatan yang salah

PROPEN PART 9 …